PCNU Kencong

Referensi NU Kencong

Study Banding, PCNU Kencong Akan Terapkan Pengelolaan Sampah di Pesantren

2 min read

PCNU KENCONG.ID- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong akan melakukan pengolahan sampah di pondok pesantren. Pasalnya masih banyak pondok pesantren kurang memahami pengelolaan sampah. Hasilnya, sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Jika itu dibiarkan dapat menimbulkan polusi udara dan kurangnya kebersihan lingkungan yang dapat berdampak buruk bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ali Wafa, Ketua PC Rabithah Ma’had Islam (RMI) Kencong usai melakukan study banding di Sidoarjo dan Surabaya, Jumat (12/09/21). 


Jika pengelolaan sampah dilakukan secara optimal, bukan hanya sampah dan polusi saja yang berkurang, hal tersebut juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, lanjut Ali Wafa.


“Selain  membuat lingkungan bersih, pengelolaan sampah yang baik dapat membuka lapangan kerja baru yang nanti dapat mengangkat perekonomian warga di Kencong,” terang ustadz yang juga aktif di Aswaja NU Center (AsNUTer) ini.

Study banding tersebut diikuti oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) Robithoh Ma’had Islam (RMI) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (LAZISNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Di Surabaya mendatangi rumah Areya Kesyandria Ali Yasha Jl Ketintang Timur PTT II No. 22 Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya, finalis Pangeran Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Tahun 2020. 

Arya terpilih sebagai juara karena terobosanya mengelola sampah organik dengan media urai berupa maggot, sejenis pupa dari serangga.

Arya mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah organik dari limbah sayuran rumah warga dan pasar. 

“Limbah itu sangat melimpah, saya gunakan untuk pakan maggot,” tuturnya sambil menunjukan media maggot miliknya. 

Kemudian, maggot yang dihasilkan digunakan sebagai pakan ikan. Tidak hanya itu sisa makanan magot yang sudah mengering masih bisa dikelola menjadi pupuk organik. “Jadi tidak ada limbah yang terbuang,” Ungkap Arya.

Kunjungan kedua dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Guna Lestari Desa Tambakrejo, Waru, Kabupaten Sidoarjo.  

Di sana sampah yang berasal dari rumah warga disortir sesuai jenisnya. Sampah yang memiliki nilai harga seperti kantong plastik, botol plastik dan kardus dikelola kembali agar memiliki nilai guna lebih.

Misbahul Ulum, Pembina TPST KSM Guna Lestari mengatakan, upaya tersebut dia lakukan selain untuk mengurangi sampah juga untuk membuka lapangan kerja. Saat ini dia memberdayakan 70 orang sebagai pemilah sampah. 

“Ini sangat membantu pemerintah terkait penangan sampah warga, selain itu sampah yang kita kelola membuat lapangan kerja dan bisa menghasilkan rupiah, hasil dari sampah kami kelola lagi untuk fasilitas umum bagi warga Tambakrejo,” pungkasnya. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow me