PCNU Kencong

Referensi NU Kencong

Peringatan Harlah Lesbumi Cabang Kencong Dimeriahkan Puisi dan Teater

2 min read
Ridwan Hamid memberikan potongan tumpeng kepada Rais Syuriah PCNU Kencong, penanda pembukaan acara.
Ridwan Hamid, Ketua PC Lesbumi Kencong saat sambutan acara

PCNUKENCONG.ID-Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kencong mengadakan Srokalan dan Gradakan Seni di Cafe Seni Kencong, Jember Selasa (30/03/21). 

Acara yang mengambil tema ukhuwah budaya Ini digelar dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) Lesbumi ke-59. 

Acara diawali pemotongan tumpeng oleh Rais Syuriah PCNU Kencong Kiai Ahmad Laiq Athoillah sebagai penanda pembukaan acara. 

Acara berlangsung meriah dengan pembacaan puisi dari anggota PC Lesbumi Kencong, anggota teater Ijo Lumut Inaifas Kencong, PMII Inaifas, Gus Huda Al Pati Lesbumi Lumajang dan beberapa seniman lain di sekitar PCNU Kencong.

Tak hanya seru dengan pembacaan puisi, dan teater, sambutan Rais Syuriah pun bernuansa seni dan syarat akan makna. Rois bercerita tentang masa lalunya, bahwa saat mudapun pernah menjalani masa-masa nakal, tak selalu bersarung dan berpeci, tetapi juga memakai celana dan topi, berpenampilan nyentrik sesuai eranya, meskipun masih dalam batas etika santri.

Gus Laiq meminta kepada hadirin yang sebagian besar adalah anak muda untuk tidak putus asa. Meskipun hari ini kehidupanya terkesan nakal, jika masih berorganisasi NU pada suatu saat pasti akan sampai pada titik yang baik dan menjadi insan yang membanggakan. 


Tak kalah, Kiai Zainul Ghulam Ketua PCNU Kencongpun tampil memukau, tak hanya memberikan sambutan Ia juga membacakan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul Doa.

Pembacaan puisi tersebut menuai banyak pujian dari hadirin. Tidak disangka pria yang biasa dipanggil Gus Ghulam tersebut juga piawai dalam melantunkan karya sastra. 

Ridwan Hamid, Ketua PC Lesbumi Kencong dalam sambutanya menyampaikan bahwa digelarnya acara ini selain untuk memperingati harlah tetapi juga momentum untuk mengumpulkan para seniman muda di PCNU Kencong.

Menyoal tentang budaya, menurut Ridwan, dewasa ini populasi generasi milenial  jumlahnya lebih banyak dari generasi tua yang ia sebut sebagai generasi kolonial. Dia prihatin generasi milenial banyak terpengaruh oleh budaya luar dan melupakan budaya sendiri. 

Dia mencontohkan banyak generasi yang tampil kearab-araban atau kebarat-baratan, dan enggan tampil sesuai dengan budaya sendiri. 

“Segmen hari ini kita membawa konsep budaya agar anak milenial tidak hanya gandrung dengan budaya arab dan budaya barat tetapi lupa dengan buaya sendiri,” tuturnya saat memberikan sambutan. 

Pemahan budaya dan agama yang keliru lanjutnya, juga membawa dampak negatif bagi generasi muda, dia mencontohkan tragedi pengeboman di gereja beberapa waktu lalu adalah salah satu dampak dari pemahan beragama yang keliru sehingga menimbulkan kerugian dan keresahan bagi banyak pihak.

Acara yang digelar di satu-satunya cafe bertema seni di Jember selatan tersebut dihadiri Rais, Ketua dan beberapa wakil ketua PCNU Kencong, PMII dan BEM Inaifas, jajaran Badan Otonom NU, perwakilan Lesbumi Lumajang dan seniman-seniman muda Jember selatan. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow me